STRUKTUR KOMUNITAS DAN BIOMASSA RUMPUT LAUT (SEAGRASS) DI PERAIRAN DESA TUMBAK KECAMATAN PUSOMAEN
Nama :Maratus Solikah
NIM :170210103083
Program Studi :Pendidikan Biologi
STRUKTUR
KOMUNITAS DAN BIOMASSA RUMPUT LAUT (SEAGRASS) DI PERAIRAN DESA TUMBAK KECAMATAN
PUSOMAEN
Ringkasan
Struktur komunitas rumput laut merupakan
data dasar dari ekosistem rumput laut yang perlu diketahui. Rumput laut adalah
tumbuhan berbiji tunggal (monokotil) dari kelas angiospermae. Tumbuhan ii
memiliki rhizoma, akar, bunga, daun dan jaringan-jaringan yang dilapisi lignin
sebagai penyalur bahan makanan, aur, dan gas. Yang membedakan rumput laut
dengan tumbuhan di darat adalah pada rumput laut tidak ditemukan stomata.
Ekosistem rumput laut telah dikenal
sebagai ekosistem di perairan dangkal yang mempunyai produktivitas tinggi.Oleh
karena itu, rumput laut dalam suatu perairan akan mendukung produktivitas
perairan dalam menyediakan keragaman, kelimpahan, biomassa, produksi ikan,
serta stok biota-biota laut ekonomis lainnya.
Penelitian dilakukan di desa Tumbak,
kecamatan Pusomaen, kabupaten Minahasa Tenggara dengan topografi pantainya
penuh dengan terumbu karang yang sudah mulai terdegradasi. Pengambilan data
diambil saat surut terendah mengikuti garis transek kuadrat, sebelumnya telah
dilakukan survey jelajah untuk menentukan lokasi. Pada masing-masing area
diletakkan 3 garis transek. Pengukuran suhu dilakukan dengan thermometer pada
area garis transek. Ditentukan tujuh spesies dari rumput laut yaitu Cymodoceae rotundata, Cymodocea serrulata,
Halophila ovalis, Halophila minor, Enhalus acoroides, Thalasia hemprichii,
Syringodium isoetifolium. Dari tujuh tersebut hanya ada 4 yang msuk dalam
kuadrat transek Cymodoceae rotundata,
Cymodocea serrulata, Halophila ovalis, Enhalus acoroides.
Hasil
biomassa pada transek 1 menunjukkan bahwa nilai biomassa tertinggi ditemukan
pada spesies rumput laut Enhalus
acoroides, Cymodoceae rotundata, Cymodocea serrulata, Halophila ovalis. Untuk
lokasi transek 2 nilai biomassa tertinggi ditemukan pada rumput laut Cymodoceae
rotundata, Enhalus acoroides, Cymodocea serrulata, Halophila ovalis. Sedangkan
pada lokasi transek ketiga nilai biomassa tertinggi ada pada Enhalus acoroides,kemudian Cymodocea serrulata.
Hasil pengukuran suhu laut menunjukkan
bahwa kondisi itu dangat cocok dengan pertumbuhan rumput laut. Subtract di
lokasi penelitian sebagian besar didominasi pasir, lumpur, dan pecahan karang
mati, kondisi ini sangat cocok untuk pertumbahan ekosistem rumput laut.
Kepadatan spesies dan kepadatan relatif menunjukkan hasil yang berbeda tiap
transek, perbedaan ini disebabkan perbedaan kemampuan menyesuaikan diri
terhadap kondisi lingkungan dimana organisme itu hidup. Hasil keanekaragaman
spesies tertinggi terdapat pada transek 1 dan 2 dimungkinkan karena subtrat
yang bervariasi dibandingkan pada transek 3.
Hal
yang menarik
Dengan penelitian kita dapat
mengetahui tentang apa yang ada di alam ini, baik tentang tumbuhan dan
lain-lain. Salah satunya adalah rumput laut yang banyak disegani oleh
masyarakat.
0 komentar