facebook google twitter tumblr instagram linkedin

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Laporkan Penyalahgunaan

  • Beranda

Mengenai Saya

licah844535682.wordpress.com
Lihat profil lengkapku

beranda

  • Beranda
  • about
  • jurnal
  • laporan
  • nama latin
  • Home
  • Travel
  • Life Style
    • Category
    • Category
    • Category
  • About
  • Contact
  • Download

STRUKTURKOMUNITAS DAN BIOMASSA RUMPUT LAUT (SEAGRASS) DI PERAIRAN DESA TUMBAK KECAMATAN PUSOMAEN




Nama               :Maratus Solikah
NIM                 :170210103083
Program Studi  :Pendidikan Biologi


 STRUKTUR KOMUNITAS DAN BIOMASSA RUMPUT LAUT (SEAGRASS) DI PERAIRAN DESA TUMBAK KECAMATAN PUSOMAEN


Ringkasan

Struktur komunitas rumput laut merupakan data dasar dari ekosistem rumput laut yang perlu diketahui. Rumput laut adalah tumbuhan berbiji tunggal (monokotil) dari kelas angiospermae. Tumbuhan ii memiliki rhizoma, akar, bunga, daun dan jaringan-jaringan yang dilapisi lignin sebagai penyalur bahan makanan, aur, dan gas. Yang membedakan rumput laut dengan tumbuhan di darat adalah pada rumput laut tidak ditemukan stomata.
Ekosistem rumput laut telah dikenal sebagai ekosistem di perairan dangkal yang mempunyai produktivitas tinggi.Oleh karena itu, rumput laut dalam suatu perairan akan mendukung produktivitas perairan dalam menyediakan keragaman, kelimpahan, biomassa, produksi ikan, serta stok biota-biota laut ekonomis lainnya.
Penelitian dilakukan di desa Tumbak, kecamatan Pusomaen, kabupaten Minahasa Tenggara dengan topografi pantainya penuh dengan terumbu karang yang sudah mulai terdegradasi. Pengambilan data diambil saat surut terendah mengikuti garis transek kuadrat, sebelumnya telah dilakukan survey jelajah untuk menentukan lokasi. Pada masing-masing area diletakkan 3 garis transek. Pengukuran suhu dilakukan dengan thermometer pada area garis transek. Ditentukan tujuh spesies dari rumput laut yaitu Cymodoceae rotundata, Cymodocea serrulata, Halophila ovalis, Halophila minor, Enhalus acoroides, Thalasia hemprichii, Syringodium isoetifolium. Dari tujuh tersebut hanya ada 4 yang msuk dalam kuadrat transek Cymodoceae rotundata, Cymodocea serrulata, Halophila ovalis, Enhalus acoroides.
Hasil biomassa pada transek 1 menunjukkan bahwa nilai biomassa tertinggi ditemukan pada spesies rumput laut Enhalus acoroides, Cymodoceae rotundata, Cymodocea serrulata, Halophila ovalis. Untuk lokasi transek 2 nilai biomassa tertinggi ditemukan pada rumput laut  Cymodoceae rotundata, Enhalus acoroides, Cymodocea serrulata, Halophila ovalis. Sedangkan pada lokasi transek ketiga nilai biomassa tertinggi ada pada Enhalus acoroides,kemudian Cymodocea serrulata.
Hasil pengukuran suhu laut menunjukkan bahwa kondisi itu dangat cocok dengan pertumbuhan rumput laut. Subtract di lokasi penelitian sebagian besar didominasi pasir, lumpur, dan pecahan karang mati, kondisi ini sangat cocok untuk pertumbahan ekosistem rumput laut. Kepadatan spesies dan kepadatan relatif menunjukkan hasil yang berbeda tiap transek, perbedaan ini disebabkan perbedaan kemampuan menyesuaikan diri terhadap kondisi lingkungan dimana organisme itu hidup. Hasil keanekaragaman spesies tertinggi terdapat pada transek 1 dan 2 dimungkinkan karena subtrat yang bervariasi dibandingkan pada transek 3.

Hal yang menarik


            Dengan penelitian kita dapat mengetahui tentang apa yang ada di alam ini, baik tentang tumbuhan dan lain-lain. Salah satunya adalah rumput laut yang banyak disegani oleh masyarakat.
Oktober 11, 2017 No komentar
Newer Posts

About me

About Me


Aenean sollicitudin, lorem quis bibendum auctor, nisi elit consequat ipsum, nec sagittis sem nibh id elit. Duis sed odio sit amet nibh vulputate.

Follow Us

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2017 (1)
    • ▼  Oktober (1)
      • STRUKTUR KOMUNITAS DAN BIOMASSA RUMPUT LAUT (SEAGR...
FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates